Showing posts with label selingkuh. Show all posts
Showing posts with label selingkuh. Show all posts

Thursday, December 9, 2010

Andhika 'Kangen Band' Digosipin Selingkuh

foto ciuman andika kangen band dengan cewekGosip Terbaru hari ini, Andhika 'Kangen Band' Digosipin Selingkuh, Andhika 'Kangen Band' Ngaku Cium Perempuan Lain

Andhika tengah diterpa gosip selingkuh. Apalagi kini beredar foto dirinya mencium perempuan lain. Saat dikonfirmasi, Andhika pun tak membantah dirinyalah orang yang ada di foto tersebut.

Dalam foto yang beredar di internet, Andhika tampak mencium kening seorang perempuan. Saat melakukan hal itu, pelantun 'Yolanda' tersebut dan si perempuan seperti tengah berbaring.

"Foto yang beredar itu aku. Foto itu sudah lama. Lima bulan yang lalu. Habis potong rambut kita nongkrong di Kemang," ujar Andhika saat ditemui di sela-sela sidang kasus pemukulan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (9/12/2010).

Perempuan yang ada di foto tersebut diakui Andhika sebagai temannya. Mereka sudah cukup lama dekat, namun tidak pacaran.

"Dia itu cewek tomboy. Orang kayaknya salah persepsi aja. Ciuman itu kan nggak berarti harus memiliki," ujarnya cuek.

Pria dengan satu anak yang tengah proses cerai dengan istrinya itu mengaku memberikan ciuman karena temannya tersebut tengah berulang tahun. Ciuman di kening itu baginya adalah sebuah ciuman ucapan selamat.

Menurut Andhika, istrinya, Bunga sudah tahu soal foto yang kini beredar di dunia maya. "Tahu bangetlah, orang itu foto sudah lama," tukasnya.

Namun karena mereka tengah proses cerai, Andhika pun tidak mau pusing memikirkan apa anggapan Bunga soal foto tersebut. "Kita memang nggak ada hubungan, sedang proses. Jadi nggak ada masalah sama Bunga," tandas vokalis 28 tahun itu.detikhot

Friday, October 8, 2010

Aida Saskia

Gosip selebritis terkini Siapa Aida Saskia ? Siapa Aida Saskia, Penyanyi Selingkuhan Zainuddin MZ?

Aida Saskia


Sosok penyanyi dangdut Aida Saskia mendadak muncul ke publik lewat pengakuannya yang menghebohkan. Aida mengaku sebagai selingkuhan dai Zainuddin MZ. Siapa sebenarnya Aida?

Aida, lahir dan besar di Bogor, Jawa Barat. Cewek kelahiran 6 Juli 1985 itu menghabiskan masa remajanya dengan bersekolah di SMPN 1 Mega Mendung, Cisarua, Bogor. Ia kemudian melanjutkan ke SMA Yayasan Zaelani Al Mansyur, masih di kawasan Cisarua.

Anak pertama empat bersaudara itu sejak duduk di bangku sekolah dasar menekuni dunia tarik suara. Saat SMP, Aida pernah menjalani rekaman lagu bergenre pop. Namun ia kemudian pindah ke jalur dangdut.

Ketika baru masuk SMA, Aida menjalani rekaman lagu dangdut. Namun saat itu kurang sukses. Ia kemudian masuk ke perusahaan rekaman Selecta Record.

"Aku dites, ternyata karakter vokal aku masuk. Aku nyanyi Ayam Jago," jelasnya saat berbincang dengan detikhot Jumat (8/10/2010). Lagu 'Ayam Jago' lah yang kemudian membawa nama Aida dikenal di dunia musik dangdut.

Musik dangdut juga yang memperkenalkan Aida pada Zainuddin MZ. Aida bertemu dengan Zainuddin sekitar 9 tahun lalu saat ia masih berusia 16 tahun.

Seperti sudah diceritakannya, setelah beberapa lama melakukan pendekatan, pria yang dijuluki dai sejuta umat itu pun melamarnya. Zainuddin mengajak Aida menikah di Mekkah. Namun perempuan berambut panjang itu menolaknya.

Gagal meminang Aida, hubungan Zainuddin dan pelantun 'Keranda Cinta' itu pun berakhir empat tahun lalu. Setahun setelah Zainuddin meninggalkannya, Aida yang pernah mau bunuh diri itu merantau ke Jakarta.

Cewek 25 tahun itu kini tinggal di sebuah tempat di Jakarta. Ia tetap menjalani karirnya sebagai penyanyi dangdut. Selain itu Aida jug pernah main sinetron dan membintangi sejumlah iklan seperti iklan permen, motor dan pembersih wajah.

Aida mengaku cukup sering tampil di layar kaca. Ia biasanya diminta menyanyi di sejumlah acara di TPI seperti 'Gerebek Pasar' dan 'Dangdut Never Dies'.

Setelah pengakuannya yang menghebohkan itu, tidak sedikit orang yang mencerca Aida. Ada yang menudingnya mencari popularitas sampai mengejar uang. Tentu saja Aida menampik semua tudingan itu.

Aida punya alasan kenapa ia baru bicara setelah 9 tahun hubungannya dengan Zainuddin berlalu. Apa itu?

"Khawatirnya dengan kharisma yang semakin membaik lagi, dia dapat mendekati seseorang seperti Aida dulu. Aku tidak mau ada Aida, Aida berikutnya," jawabnya.

Perempuan yang pernah membintangi sinetron 'Si Yoyo' itu juga membantah dirinya mencari uang. Meski dirinya anak pertama dari empat bersaudara, dia bukanlah tulang punggung keluarga. Ayah dan ibunya masing-masing bekerja di Bogor.

"Ibu punya rumah makan, Ayah kerja di LPPNRI (Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia)," tutur Aida.

Aida memang tidak main-main dengan pengakuannya sebagai perempuan yang pernah diajak Zainuddin menikah. Ia mengaku punya bukti-bukti atas apa yang diungkapkannya itu. Kini, Aida pun menuntut pengakuan dan permintaan maaf dai yang kini kembali muncul di televisi itu.


http://www.detikhot.com/read/2010/10/08/132620/1459026/230/siapa-aida-saskia-penyanyi-selingkuhan-zainuddin-mz?h991102207

Wednesday, September 2, 2009

Selingkuh Dengan Airin Istri Temanku

Hendro adalah suami Airin sahabat istriku dia baru pulang dari LA dan kebetulan adikku titip barang buatku, sudah hampir 10 hari Airin menilponku untuk mengambil barangnya tetapi aku masih belum sempat juga, sampai tadi pagi Hendro sendiri yang meneleponku, aku jadi sungkan maka kuputuskan untuk mengambilnya siang ini.

Rumah Hendro yang di Kemang ini letaknya agak ujung meski demikian, halaman rumahnya sangat luas dan menyenangkan sekali. Ketika aku sampai dirumahnya, tak kulihat Mercy Hendro yang biasanya parkir digarasinya. Yang ada hanya BMW putih milik Airin serta sebuah jip Pajero yang diparkir agak jauh dari halaman. Dengan bersiul siul aku turun dari mobil dan menuju pintu masuk rumah Hendro, kulihat pintu itu tertutup dan tak seorangpun yang nampak. Kupencet bel dipintu, tapi tak seorangpun yang keluar, bila ada mobil didepan, berarti mestinya ada orang didalam rumah itu, aku menduga pasti Airin sedang sibuk dikamarnya sehingga tak mendengar kedatanganku. Karena sudah seringkali berkunjung jerumah ini, maka aku langsung saja menuju pintu belakang untuk mencari orang yang ada dirumah, karena Hendro sudah bilang kalau dia atau Airin tak ada, maka paketnya akan dititipkan pada yang dirumah. Benar dugaanku, pintu belakang terbuka, tetapi didalam senyap sekali, hanya sayup sayup kudengar suara musik dari dalam. Aku jadi kuatir, apakah terjadi sesuatu dengan Airin, dengan pelan pelan aku masuk dan mencari sumber suara itu. Rupanya suara itu datang dari salah satu kamar diruang atas, maka aku segera naik keatas yang kuketahui sebagai kamar pribadi Hendro dan Airin.Dengan langkah pelahan aku menuju sumber suara musik yang lembut itu, kulihat pintunya tidak ditutup rapat sehingga suara musik itu dapat terdengar sampai diruang bawah. Ketika kuintip dari celah pintu yang terbuka, aku tak dapat melihat apa apa, karenanya aku mendorong pintu itu lebih lebar lagi agar aku dapat melihat apa yang ada dalam kamar itu……..
Aku benar benar terkejut ketika aku berhasil melihat kedalam kamar itu….kulihat Airin yang telanjang bulat sedang berpelukan dengan seorang pria yang masih berpakaian lengkap. Aku belum dapat melihat wajah si pria, tetapi dari bentuk badannya dapat kuperkirakan bahwa pria ini masih sangat muda dan berperawakan tinggi. Pria itu asyik sekali menciumi buah dada Airin yang putih montok itu, aku berdebar debar menyaksikan semua ini, tak kusangka bahwa Airin yang selama ini kelihatannya alim ternyata suka menyeleweng, memang selama ini aku sering juga membayangkan kecantikan Airin, tubuhnya tinggi besar dengan profil seperti perempuan India, kulitnya putih bersih dengan badan yang agak sedikit kegemukan, tetapi wajahnya cantik sekali dengan mata yang sayu dan bibir yang selalu basah, cantik sekali. Apa yang kulihat saat ini membuktikan kalau seleraku pada Airin tidak keliru, badan Airin benar benar mulus, meskipun perutnya agak gendut dan pinggangnya lebar, tetapi jembutnya amit amit lebat sekali menutupi nonoknya sampai mencapai pusarnya, belum lagi ketiaknya rimbun sekali. Si pria itu dengan telaten menciumi buah dada Airin serta meremas remasnya dengan kalem sekali, dari jauh kulihat lidahnya menjulur julur menjilati puting susu Airin dan terus bergerak kebawah sampai kepusar Airin, diantara suara musik kudengar erangan Airin yang merasa keenakan dengan rangsangan yang diberikan oleh pria muda itu.

Aku mengagumi ketelatenan pria itu, karena ia benar benar kalem, karena semua gerakannya yang serba tenang itu pastilah membuat Airin jadi tambah bernafsu. Ketika ciuman sipria itu mencapai bagian selangkangan Airin, kudengar Airin merintih agak keras, rupanya sipria itu mulai menjilati nonok Airin yang sudah merekah penuh dengan cairan itu. Jilatannya sungguh membuat aku terkagum kagum, ia dengan tenang mengangkat kedua kaki Airin tinggi tinggi sehingga nonok Airin jadi terangkat keatas, kemudian pria itu mengambil bantal dan mengganjalnya dibawah pantat Airin. Dengan posisi seperti itu ia mulai menjilati belahan nonok Airin sampai kelubang dubur Airin. Airin kulihat hanya bisa menggerak gerakkan pantatnya saja, rupanya ia benar benar kegelian oleh service yang diberikan oleh sipria itu. Mendadak Airin berusaha untuk bangkit, si priapun lalu mendekati Airin yang membisikkan sesuatu ketelinganya. Mendengar itu sipria yang ternyata seorang anak muda dengan wajah yang tampan sekali lalu tersenyum dan mulai membuka pakaiannya. Aku jadi tambah kagum dengan anak muda yang bersama Airin ini, karena ternyata kontolnya juga hebat meskipun kuperkirakan tidak sepanjang kepunyaanku, tetapi bentuknya kekar dan ujungnya yang pelontos kelihatan lebih besar dari batang kontolnya sehingga menyerupai jamur. Begitu ia sudah telanjang dengan ****** ngaceng yang mendongak keatas,ia segera mendekati Airin yang sudah berbaring terlentang itu, kemudian ia mendekatkan kontolnya kedekat wajah Airin sementara ia sendiri mendekatkan wajahnya kedekat nonok Airin.
Dengan posisi tersebut keduanya bebas untuk saling menikmati alat kelamin pasangannya. Benar saja, dengan rakus Airin memasukkan ****** sipria tadi kemulutnya dan menghisapnya sambil memejamkan mata, sementara sipria kembali lagi asyik dengan menjilati nonok Airin yang menganga itu. Aku lebih tertarik dengan cara sipria itu menjilati nonok Airin, karena kulihat lidahnya yang panjang itu menjulur masuk kedalam liang nonok Airin dan bukan sekedar menjilati tepi tepi nonok Airin yang sudah membengkak itu. Kulihat itil Airin justru dibiarkannya menganggur sehingga kadang kadang justru Airin yang mengulurkan tangannya untuk menggosok itilnya sendiri. Benar benar hebat anak muda itu, kontolnya yang lurus itu dengan lancar masuk kedalam mulut Airin dan ketika dikeluarkan, Airin menarik kulitnya kebawah sehingga ujungnya yang seperti topi baja itu terbuka lebar, dengan guratan yang dalam memisahkan ujung ****** dengan batangnya. Dipusat rasa geli itulah Airin menjulurkan lidahnya dan menjilatinya berulang ulang sampai sipria itu menggeliat geliat menahan geli. Aduh betul betul gila yang dilakukan orang orang ini, aku sudah tak kuat menyaksikan semua ini, kontolku yang ngaceng sampai terasa sakit karena terjepit celanaku, tetapi aku tak dapat berbuat apa apa kecuali melihat saja. Hebatnya mereka betul betul menikmati permainan pendahuluan ini, karena sampai sebegitu lama belum kelihatan gelagatnya mereka akan mulai bersetubuh yang sebenarnya. Aku makin yakin kalau Airin adalah seorang hyperseks, aku merasa benar benar kecolongan, karena tak pernah kusangka kalau Airin begitu hot dan akhli dalam hubungan seks. Isteriku yang selama ini kuanggap jago, ternyata masih belum ada seujung kuku dibanding dengan Airin, padahal bila dilihat dari posturnya, maka isteriku adalah seorang seks maniak, karena isteriku agak bungkuk dan aku diam diam juga tahu kalau isteriku juga suka main dengan pria lain, tetapi selama ini aku diam saja karena teman mainnya rata rata orang yang dari kalangan atas dan aku yakin kemampuan mereka tidak diatasku. Kenapa isteriku kok mau main main dengan mereka, penyebabnya hanya satu, isteriku juga menyukai avontuur, jadi hubungan seks yang sifatnya curi curi itu sangat disukai oleh isteriku. Akupun juga suka seks seperti ini, tetapi sampai saat ini aku dan isteriku belum pernah saling terbuka, mungkin kalau kami bisa terbuka maka makin banyak kenikmatan yang bisa aku reguk.
Lamunanku jadi buyar ketika kulihat Airin berdiri sambil melap nonoknya dengan sehelai handuk, sementara si pria itu berdiri juga disampingnya sambil memperhatikan semua gerakan Airin. Selesai membersihkan nonoknya Airin berjongkok didepan sipria dan mulai lagi mengulum ****** si pria itu, dari kejauhan kulihat si pria memegang kepala Airin yang sudah menelan habis batang kontolnya itu. Rupanya Airin hanya sekedar membersihkan ****** sipria itu agar tidak berlendir karena setelah itu ia mengeluarkan ****** si pria itu dan langsung memeluk sipria sambil berdiri serta mengangkat kaki kirinya keatas tempat tidur. Dengan posisi seperti itu, si pria muda menggenggam kontolnya sendiri dan menepatkannya diantara selangkangan Airin, setelah dirasakan sudah masuk Airin langsung mengangkat kedua kakinya dan melingkarkan kepantat sipria sementara dari belakang kulihat ****** sipria itu lenyap diantara selangkangan Airin. Dengan sambil memegang pantat Airin dan Airin merangkulkan tangannya dipundak keduanya asyik berciuman. Aku benar benar tak tahan, aku pergi menjauh dari kamar itu dan mengeluarkan handphone untuk menghubungi Airin dikamarnya itu, aku sudah benar benar nekad ingin ikut nimbrung dalam permainan itu, dan aku sudah tidak memikirkan akibatnya lagi,rasanya apapun yang terjadi aku akan hadapi yang penting ngacengku ini bisa hilang.
Dari kejauhan kudengar tilpon Airin berdering, tetapi tidak juga diangkat, aku yakin bahwa Airin sedang menguber kenikmatan jadi dia agak acuh dengan dering tilpon itu, tetapi aku tak mau kalah aku juga terus menunggu… Akhirnya telepon itu diangkat juga, jantungku dag dig dug karena tegangnya, “Hallo….siapa ya ?” kudengar suara Airin yang agak serak dan mendesah. Aku yakin Airin menerima tilponku itu sambil terus bersetubuh, ” Airin ya…ini aku Roy, kenapa sih kok lama menerimanya ?” “Oh Roy, maaf aku sedang dikamar mandi, ada apa Roy, apa kamu mau ambil paket dari LA ?” Dalam hati aku tertawa mendengar kebohongan Airin itu, “Nggak Rin, kok rasanya suaramu aneh sepertinya kamu sedang menikmati sesuatu gitu lho” Sambil berbicara begitu aku kembali mendekati pintu kamar tadi, ketika kuintai benar dugaanku, tubuh Airin masih bersatu dengan tubuh sipria itu, tetapi sekarang posisinya lain, sipria itu berbaring sementara Airin duduk dipangkal pahanya, aku yakin bahwa saat itu ****** sipria terbenam dalam nonok Airin. Mendengar perkataanku Airin tertawa ” Menikmati apa Roy ?” Barangkali aja kamu sedang main dengan Hendro ya ?” Airin tertawa dan berkata lagi “kamu ini ada ada saja Roy”, aku lalu menjawab dengan agak berbisik ” Rin, aku sebenarnya sudah dalam rumahmu, aku sudah lihat kamu main main sama cowok dikamarmu, aku sekarang nunggu kamu dikamar sebelah, cepetan deh” Tanpa menunggu jawaban Airin, tilpon kututup dan aku masuk kekamar sebelahnya dan menunggu dengan berdebar debar.
Lebih dari lima menit Airin tidak juga kunjung muncul, aku jadi berpikir apakah dia menyelesaikan hajatnya terlebih dahulu ataukah dia lagi bingung menyuruh sicowok itu untuk pergi. Tapi aku yang sudah terangsang nggak karuan ini langsung aja mencopot celana panjangku dan dengan separuh telanjang karena bajuku masih kupakai aku duduk dikursi sambil mengelus elus kontolku yang rasanya jadi tambah panjang dari biasanya itu. Saat itulah pintu kamar terbuka dan Airin masuk kekamar itu, wajahnya pucat pasi dan gemetaran, Airin hanya memakai duster yang kelihatan sekali kalau didalamnya dia tak memakai apa apa, karena kulihat susunya bergerak gerak ketika ia berjalan. Airin dengan wajah pucat mencoba untuk tersenyum melihat aku yang separuh telanjang itu. Tanpa banyak bicara aku langsung berdiri dan mendekati Airin, aku langsung merangkul Airin dan menciumnya. Airin diam saja, entah karena perasaan takut atau bagaimana, aku tak perduli aku langsung membuka dusternya sambil bertanya, “Dimana anak tadi Rin ?” Airin tak menjawab, begitu duster Airin terbuka benar dugaanku Airin tak memakai apa apa dibalik duster itu, aku langsung mengulum pentil susunya yang coklat itu dan tangannya kubimbing agar memegang kontolku yang panas itu. Airin tetap diam saja, kudorong Airin keatas tempat tidur yang ada dikamar itu dan begitu ia sudah terbaring langsung kukuakkan pahanya dan kucobloskan kontolku.
Tiba tiba saja Airin berkata “Roy apa cukup masuk dipunyaku, hati hati lho ” Aku membatalkan untuk memasukkan kontolku langsung, lalu aku mengambil ludah dengan jariku untuk kuoleskan keujung kontolku, setelah kulihat basah dan licin barulah kumasukkan lagi diantara bibir nonok Airin yang membengkak itu. Kulihat Airin memejamkan matanya sambil menggigit bibir, sekali sentak kontolku amblas masuk kedalam liang nonok Airin. Saat itulah Airin merintih dan secara refleks tangannya memelukku, kubalas pelukannya dan kucium bibir Airin yang tebal dan merekah itu, sengaja aku membiarkan kontolku mentok terbenam didasar nonoknya karena aku menunggu agar dia yang menggoyangkan pantat untuk merasakan enaknya kontolku, aku hanya menciumi dan menggigiti bibirnya sambil tanganku meremas remas susunya yang kenyal dan montok itu, benar saja tak lama kemudian mulai kurasakan goyangan pantat Airin berusaha untuk menepatkan ujung kontolku dibagian yang paling sensitif didalam nonoknya, awalnya pelan pelan kurasakan ujung kontolku digosok gosok dinding rahim Airin, lama kelamaan gosokan itu makin keras dan akhirnya menggila karena Airin yang sudah hilang sungkannya sekarang benar benar menggoyang pantatnya agar supaya terasa nikmatnya, aku sendiri begitu melihat Airin sudah bereaksi langsung kupacu kontolku dengan gerakan memutar juga untuk mengimbangi Airin, seperti dugaanku, nonok Airin tidak terlalu peret, bahkan boleh dikatakan longgar, namun nikmatnya berpetualang menyebabkan persetubuhan ini benar benar terasa lain, apalagi Airin sangat pandai membuat ujung kontolku seperti digerus setiap kali mentok didasar nonoknya. Kami sama sekali tak ada niatan untuk berganti posisi karena yang kami kejar hanyalah puncak kenikmatan yaitu memancarnya air mani kami secara bersamaan.
Suara kontolku yang keluar masuk diliang berkecipak karena liang Airin sudah penuh dengan lendir yang membuat liang Airin jadi becek nggak karuan. Airin sendiri yang sudah seperti orang kesurupan tanpa sungkan menjilati dadaku dan kadang kadang menggigit pundakku, rasa geli yang mengumpul diujung kontolku membuat aku jadi tak tahan lagi, dengan melenguh keras kusemprotkan air maniku sementara itu Airin sendiri juga mencengkeram pundakku dan menjepitkan kedua kakinya kepahaku, dia juga mencapai puncak kepuasannya.
Kubiarkan saja Airin yang kelelahan terbaring lemas sambil memejamkan matanya, kuperhatikan cuping hidungnya penuh dengan bintik keringat, wajahnya yang cantik membuat penampilannya sangat anggun, aku tak tahu apa yang terjadi dalam rumah tangganya, apakah Hendro tahu semua ini, dan mengapa Airin begitu berani memasukkan laki laki disiang hari bolong seperti ini, kenapa tak ada yang dikhawatirkannya, aku menduga pasti ada sesuatu yang misterius dirumah ini, tetapi aku tak perduli, karena urusanku hanyalah dengan Airin sendiri dan kalau boleh dikatakan lebih khusus lagi dengan nonok Airin yang membuat birahiku jadi naik itu. Ketika membuka matanya, wajah Airin langsung merona merah, dia sangat malu kepadaku dengan semua ini katanya “Roy, kamu jangan bilang pada Hendro ya, aku malu sekali lho” Aku tak menjawab hanya kucium bibirnya yang tebal dan merangsang itu. Airin berkata lagi ” Tak nyana lho Roy kalau kamu mendadak muncul, bikin aku jadi kaget sekali ” “Roy kapan kapan kita keluar saja ya, apakah Novie juga mengerti kalau kamu jagoan seperti ini ?” Aku hanya tersenyum saja ” Ayo deh aku pulang dulu ya, entar kalau Hendro datang bisa gawat nich, kemana cowok tadi Rin ?” Airin menjawab kalau cowok tadi sudah disuruhnya pulang. Airin langsung berdiri dan memakai dusternya serta mengantarku kedepan. Aku sengaja tak mau bertanya macam macam, tetapi aku percaya bahwa Airin juga tahu kalau Hendro juga suka main perempuan jadi scorenya draw. Aku menaiki mobilku sambil tersenyum sendiri karena teringat akan pengalamanku sendiri dengan Novie isteriku.

Sunday, July 19, 2009

Selingkuh Dengan Jablay nikmat

Jablay nikmat yang kukencani adalah istri orang. aksi nakal ku ini tiba - tiba muncul begitu aja ketika ak kenal dengan seorang jablay. Berikut cerita seks yang lebih lengkap.

Suatu siang aku iseng nyari makan siang di satu mal. Makan cepat saji yang paling gampang dicari adalah ayam goreng. aku pesan pahe ayam goreng plus kentang plus soft drink dingin. Selesai membayar, aku membawa nampanku mencari tempat duduk yang kosong. Mataku tertumbuk pada sesosok prempuan muda, cantik, seksi dengan tonjolan besar didadanya, tapi disebelahnya ada anak prempuan kecil, mungkin 3 tahunan lah. Dia memakai celana ketat dan tanktop yang juga ketat, toket besarnya ngintip dari belahan tank topnya yang rendah. Walaupun banyak tempat duduk yang kosong aku nimbrung ja di meja dimana prempuan cantik seksi dan anak prempuan itu duduk. "Boleh join kan?" Tanpa menunggu jawabannya aku langsung meletakkan nampanku dimejanya dan duduk. "O, silahkan ja pak". "Cuma berdua saja", pancingku membuka pembicaraan. "Kan ber 3 dengan bapak", jawabnya, wah menangkisnya jago juga ni prempuan, pikirku. "Anaknya? Cantik kaya mamanya". "Bukan pak, bukan anak
saya". "O, kirain anaknya, abis nyulik ya", candaku. "Ih bapak bisa aja. Ini anak tetangga, tadi dititipkan ke rumah, katanya mo dijemput lagi siang ini di sini". Dia menyuapi anak itu dengan nasi yang dicampur dengan sop, karena sopnya masi panas, ditiupnya sebentar sebelum disuapkan ke anak itu. Si anak kelakuannya manis banget, gak cerewet maksudku. "Belum punya anak, ato belon nikah?" "Nikah si udah tapi belon dikasi tu ma yang diatas". "Minta dong". "Ya sih, minta tapi gak dilakuin". Wah kliatannya mo curhat neh. "Maksudnya gak dilakuin". "Ya suami aku gak ngelakuin ya mana mo dikasi ma yang diatas kan". "Kok bisa". "Suami kerja dikapal cargo, jadi
eringnya diatas kapal katimbang dirumah". "O jadi jablay toh, kasian". "Orang sedih kok malah digoda". "Ya udah, aku ja yang membelai gimana". "Genit ah". Tengah pembicaraan mulai mencair, datanglah seorang prempuan, rupanya ini tetangganya, mo jemput anaknya. aku diem saja, dan dia juga tidak mengenalkan aku kepada tetangganya. Tetangga tau diri juga karena dia mengajak anaknya pergi setelah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dia. "Namanya siapa sih".

"Aku Sintia, bapak?" "aku menyebutkan namanku, jangan panggil bapak lah, formal amat". "Abis mo dipanggil apa dong, mas aja deh ya. kan semua lelaki Indonesia dianggap jawa". "Maksud kamu". "Iya kadang dah jelas2 namanya Hutagalung dipanggil mas juga". aku tertawa mendengar candanya. "Dah brapa lama nikah?" "ampir 2 tahun mas". "Wah jablaynya dah lama dong ya. Mangnya gak tau kerjaan suami sebelum nikah". "Tau si, cuma gak nyangka ja akan kaya gini". "Ya udah, aku temenin deh hari ini. Abis ini kamu mo kemana?" "Gak kemana2 mas, Mo jalan ja". Aku menggandengnya meninggalkan tempat makan dan masuk ke toko yang merupakan anchor tenant di mall itu. Kami ngobrol ngalor ngidul ja sembari membunuh waktu. Dia membiarkan aku menggenggam tangannya erat. "Kamu kaya istriku ja ya, jalan gandengan". "Gak apa kan, katanya mas blon nikah?' "Iya sih, kaya orang pacaran ya, padahal kamu istri orang". "Biarin ja, orangnya juga ninggalin aku terus kok". "Pegel nih jalan terus, kamu mo pulang gak?" "Gak ah mas, dirumah juga mo ngapain?" "ketempatku aja yuk". "Mo ngapain ke tempat mas?' "Ya ngobrol, santai ja, kan asik cuma ber 2". "Iya deh". Segera aku menggandengnya ke basement dan meluncurlah mobilku menuju kerumahku.

Sesampai dirumahku,dia duduk didepan tv, tv kunyalakan dan aku mengambil minuman untuknya. "Mas tinggal ndiri ya". "Iya, mo nemenin?" "Mau si, cuman kan aku dah punya suami". "Kalo suaminya pergi ya nemenin aku ja disini". "Maunya". Kebetulan di tv ada siaran ulang debat capres. "Kamu ngikuti debat ini?" tanyaku. "Sambil lalu ja mas, debat cawapres juga ngikuti sambil lalu". "Terus komentar kamu?" "Sayangnya Capres 3 gak berkolaborasi dengan cawapres 1, kalo gak kan setanding dengan calon ke 2 dan pilpresnya bisa 1 putaran kan". "O gitu ya, pandangan kamu luas juga ya". "Iya gak kaya mas, manangnya cuma disatu tempat ja", katanya menyindirku, yang dari tadi hanya memandangi belahan toketnya yang montok. "Habis kamu seksi sekali si, kok bisa ya suami ninggalin istri yang bahenol kaya gini, pa gak takut istrinya dicolek orang laen". Dia tersenyum manis. "Tadi kamu taen sekali nyuapin tu bocah, dah pantes jadi mami". "Iya si, cuma ya itu problemnya". "Iya jablay".

Dia menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tanganku mengelus pahanya. "udah gak tahan ya mas", godanya sambil membiarkan tanganku mengelus2 pahanya. Rabaanku semakin lama membuatnya semakin napsu. Dia membuka pahanya agak lebar. Melihat dia mengangkangkan pahanya, tangganku bergerak ke atas ke selangkangannya. Jari2ku mulai mengelus belahan me meknya dari luar. "Mas", katanya, "Aku udah basah mas". "Udah napsu banget ya Sin, aku juga sudah napsu". Rumahnya besar ya mas". "Iya, dibalakng ada kolam renangnya, mo renang gak". "Gak bawa baju renang mas". "Tlanjang ja, repot amat si". "Ih si mas, maunya tu". "Kamu juga mau kan". Dihalaman belakang ada kolam renang kecil yang dinaungi oleh rimbunnya pepohonan yang ada. Tembok tinggi menghalangi pandangan orang luar yang mau mengintip ke dalam. Dia langsung saja melepas tanktopnya, kemudian celana ketatnya.

Pakaian diletakkan di dipan yang ada dipinggir kolam. Dipan itu ada matras tipisnya dan dipayungi rimbunnya pohon. Aku melotot memandangi tubuhnya yang hanya berbalut daleman bikini. Karena CDnya mini, jembutnya yang lebat berhamburan dari bagian atas, kiri dan kanan CDnya. Segera dia mencebur ke kolam, sementara aku membuka kaos dan celananya, sehingga hanya memakai CD. kon tolku yang besar, karena sudah ngaceng, tercetak jelas di CDku. Kemudian aku pun nyebur ke kolam, menghampirinya dan memeluknya. Bibirnya kucium, lidah kami saling berbelit. Aku menarik ikatan branya sehingga terlepas, kemudian meremas2 toketnya sambil memlintir pentilnya. Segera pentilnya menjadi keras. "Toketmu kenceng ya Sin,
pentilnya gede.", kataku. Dia diam saja sambil menikmati remasanku .kon tolku yang keras menekan perutnya. "Mas, ngacengnya sudah keras banget", katanya. "Kita ke dipan yuk" Aku sudah tidak bisa menahan napsuku lagi. Segera dia keluar kolam membawa branya yang sudah dilepas.

Dia telentang didipan, menunggu aku yang juga sudah keluar dari kolam. Aku berbaring disebelahnya, bibirnya kembali kucium dengan penuh napsu dan aku kembali meremas2 toketnya sambil memlintir2 pentilnya. "Isep dong Mas" pintanya sambil menyorongkan toketnya itu ke wajahku. Langsung toketnya kuisep dengan penuh napsu. pentilnya kujilatia."Ohh.. Sstt.." erangnya keenakan. Aku mulai mengelus jembutnya yg nongol keluar dari CDnya, kemudian kususupkan jariku ke dalam CDnya. Jariku langsung menyentuh belahan bibir me meknya dan kugesek-gesekkan dari bawah ke atas. Gesekanku selalu berakhir di it ilnya sehingga menimbulkan kenikmatan
yang luar biasa. me meknya langsung berlendir, lendir juga membasahi seluruh bagian dinding dalam me meknya. "Oo.. Ooh! Uu.. Uuh!" desahnya sambil menekan tanganku yang satunya untuk terus meremas-remas toketnya. Dia sungguh sudah tidak tahan lagi, "Mas, aku udah gak tahan nih". Tali ikatan CDnya di kiri dan kanan pinggang kugigit dan kutarik dengan gigiku sehingga terlepas. Kedua kaki kukangkangkan sehingga tampak jelas bulu jembutnya yang lebat. Aku kembali meraba dan mengelus me meknya.

Aku menyelipkan jariku ke belahan me meknya yang sudah basah dan
menyentuh dinding dalam me meknya. "Mas..! Aduuh! aku sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin", pintanya. Aku tidak langsung memenuhi permintaannya, malah jariku beralih menggosok-gosok it ilnya. "Aduuh! mas..nakal!" serunya. Dia pun semakin tidak karuan, diremasnya kon tolku yang sudah keras sekali dari luar CDku. Toketnya yang sudah keras sekali terus saja kuremas2, demikian juga pentilnya. "Ayo dong mas dimasukin, aku sudah benar-benar enggak kuu.. at!" rengeknya lagi.

Kemudian kumasukkannya jariku ke dalam me meknya yang sudah basah kuyup. Dengan tanpa menemukan kesulitan jariku menyeruak masuk ke dalam me meknya. me meknya langsung kukorek2, dindingnya kugaruk-garuk. Benjolan seukuran ibu jari yang tumbuh di dalam liang me meknya kumainkan dengan ujung jarinya hingga badannya tiba-tiba menggigil keras dan digoyang-goyangkannya pantatnya mengikuti
permainan ujung jariku. Aku menelungkup diselangkangannya dan langsung mengulum bibir me meknya. Cairan yang membasahi sekitar selangkangannya kujilati dan setelah bersih aku kembali mengulum bibir me meknya. Kemudian giliran it ilnya mendapat giliran kukulum dan kulumat dengan mulut. Jariku kembali menyeruak masuk ke dalam me meknya, dia benar-benar hampir pingsan. Tubuhnya kembali terguncang hebat, kakinya jadi lemas semua, otot-otot perutnya jadi kejang dan akhirnya dia nyampe,
cairan me meknya yang banjir kutampung dengan mulut dan tanpa sedikit pun merasa jijik kutelan semuanya. Dia menghela napas panjang, aku masih dengan lahapnya melumat me meknya sampai akhirnya selangkangannya benar-benar bersih kembali.

me meknya terus kuusap2, demikian juga it ilnya sehingga napsunya bangkit kembali. "Terus Mas.. Enak.." desahnya. "Ayo dong Mas.. aku udah gak tahan". tetapi aku masih tetap saja menjilati dan menghisap it ilnya sambil meremas2 toket dan pentilnya. Aku melepaskan CD, kon tolku yang besar dan lumayan panjang sudah ngaceng keras sekali mengangguk2. Dia kunaiki dan segera mengarahkan kon tolku ke me meknya. Perlahan kumasukkan kepala kon tolku. "Enak Mas.." katanya dan sedikit demi sedikit aku meneroboskan kon tolku ke me meknya yang sempit. me meknya terasa sesek karena kemasukan kon tol besar, setelah kira-kira masuk separuh lebih kon tol mulai kuenjot keluar masuk. "Terus Mas.. kon tolmu enak" erangnya keenakan. Aku terus mengenjot me meknya sambil pentilnya kuhisap. Belum berapa lama dienjot, aku mengajak tukar posisi. Sekarang dia yang diatas. Diarahkannya me meknya ke kon tolku yang tegak menantang. Dengan liar dia kemudian mengenjot tubuhnya naik turun.

toketnya yang montok bergoyang mengikuti enjotan badannya. Aku meremas toketnya dan menghisap pentilnya dengan rakus. "Mas.. kon tolmu besar, keras banget..", dia terus menggelinjang diatas tubuhku. "Enak Sin?' tanyakua. "Enak Mas.. en totin aku terus Mas.." Aku memegang pinggangnya yang ramping dan menyodokkan kon tolku dari bawah dengan cepat. Dia mengerang saking nikmatnya. Keringatnya menetes membasahi tubuhku. Akhirnya, "Aku nyampe Mas" jeritnya saat tubuhnya menegang
merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah itu tubuhnya lunglai menimpa tubuhku.

Akumengusap-usap rambutnya sambil mencium bibirnya. Setelah beberapa saat, kon tolku yang masih ngaceng dicabut dari dari me meknya. Dia
kutelentangkannya, dan aku naik ke atasnya. Kembali me meknya kujilati. Kedua lututnya kudorong sedikit ke atas sehingga bukit me meknya lebih menungging menghadap ke atas, pahanya lebih kukangkangkan lagi, dan lidah kujulurkan menyapu celah-celah me meknya. Lidah kujulurkan dan kugesekkan naik turun diujung it il nya.

Dia hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas- remas kon tolku dengan penuh nafsu. Cairan lendir yang keluar kembali dari me meknya dengan lahap kuhisap. Bibirku terus mencium dan melumat habis bibir me meknya. lidahku menjulur masuk ke dalam me meknya dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya. Saking dalamnya mulutku menekan me meknya, hidungku yang mancung menempel dan menekan it ilnya. Dia
kembali merasakan kenikmatan lebih, apa lagi saat wajah dengan sengaja kugeleng-gelengkan ke kiri dan ke kanan dengan posisi hidung tetap menempel di it ilnya dan bibir tetap mengulum bibir me meknya sambil lidah terus mengorek me meknya. Dia tak kuasa membendung napsunya. "Oocch!Mas.. Teruu.. Uus! Aku nyampe lagi mas", suaranya semakin parau saja. Digoyangkannya pantatnya mengikuti irama gesekan wajahku yang terbenam di selangkangannya. Dijepitnya kepalaku dengan pahanya,
badannya menggigil hebat bagaikan orang kejang. ia menarik nafas panjang sekali, semua cairan me meknya kuhisap dan kutelan hingga habis semua cairan yang ada di sekitar me meknya. Aku tetap dengan asyiknya menjilati me meknya. Kemudian jilatanku naik ke atas, ke arah perutnya. Lidahku bermain-main di pusarnya, sambil meraba dan meremas kedua toketnya, jilatanku juga semakin naik menuju toketnya. Jengkal demi jengkal jilatanku semakin naik. Mulutku sudah sampai ke dadanya. Kini giliran toketnya
kujilati, lidahku kini menari-nari di ujung pentilnya. Sambil aku meraba-raba dengan tangan kanan keselangkangannya, menggesek- gesek it ilnya hingga me meknya basah lagi, nafsunya naik kembali. Sementara tangan kiri tetap meremas toketnya, bibirnya kulumat. Dia membalas lumatan bibirku dengan penuh nafsu, kujulurkan lidahku masuk ke rongga mulutnya. Dia menghisap lidahku, secara bergantian dia juga menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan kubalas dengan hisapan pula.

Kini aku membetulkan posisi sehingga berada di atasnya, kon tol ku sudah mengarah ke hadapan me meknya. Dia merasakan sentuhan ujung kon tolku di me meknya, kepala kon tol ku terasa keras sekali. Dengan sekali dorongan, kepala kon tolku langsung menusuk me meknya. Kutekan sedikit kuat sehingga kepala kon tolku terbenam ke dalam me meknya. Walau kon tol belum masuk semua, dia merasakan getaran-getaran yang membuat otot me meknya berdenyut, cairan yang membasahi me meknya membuat kon tolku yang besar mudah sekali masuk ke dalam me meknya hingga dengan sekali dorongan lagi maka kon tolku masuk kedalam sarangnya, blee.. ess..

Begitu merasa kon tolku sudah memasuki me mek nya, kubalik badannya sehingga kembali dia berada di atas tubuhku, didudukinya batang kon tolku yang cukup panjang itu. Digoyangkan pantatnya, diputar-putar, dikocok naik turun hingga kon tolku keluar masuk me meknya, aku meremas- remas kedua toketnya. Lebih nikmat rasanya ngen tot dengan posisi wot buat dia, karena dia bisa mengarahkan gesekan kon tol besarku ke seluruh bagian me meknya termasuk it ilnya. Kini giliran aku yang tidak tahan lagi dengan
permainannya, aku menggelengkan kepala menahan nikmat yang sebentar lagi tampaknya akan ngecret. Aku memberikan aba-aba padanya bahwa aku akan ngecret.

"Kita nyampe sama-sama..mas", rintihnya sambil mempercepat kocokan dan
goyangan pantatnya. "Aa.. Aacch!" Diapun nyampe lagi, kali ini secara bersamaan dengan dia, bibir me meknya berkedutan hingga meremas kon tolku. Pejuku dan lendir me meknya bercampur menjadi satu membanjiri me meknya. Karena posisinya berada diatas, maka cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui kon tolku sehingga membasahi selangkanganku, banyak sekali dan kurasakan sedikit lengket-lengket agak kental cairan yang merembes keluar itu tadi.

Kami berdua akhirnya terkulai lemas di dipan. Posisinya tengkurap di sampingku yang terkulai telentang memandang rimbunnya dedaunan. "Mas, pinter banget sih ngerangsang aku sampe berkali2 nyampe, udah gitu kon tol mas kalo udah masuk terasa sekali gesekannya, abis gede banget sih", katanya. "me mekmu juga nikmat sekali Sin, peret banget deh, kerasa sekali cengkeramannya ke kon tolku", jawabku sambil memeluknya. Kami berdua sempat tertidur cukup lama karena kelelahan dan tiupan angin sejuk sepoi2. Ketika terbangun, kami masuk ke rumah, aku mengajaknya mandi. "Kita mandi sama-sama yuk!" ajakku, "Badanku lengket karena keringat". Kami
masuk ke rumah menuju ke kamar mandi beriringan sambil berpelukan, bertelanjang bulat. Kamar mandinya tidak terlalu besar namun cukup bagus, ada ruangan berbentuk segi empat di dalam kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca. Kami berdua masuk ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan dia saling bergantian menggosok tubuh kami, demikian pula saat menyabuni tubuh kami lakukan bergantian, saling raba, saling remas, bibir kami saling pagut bergantian. Dia menjulurkan lidahnya
ke dalam mulutku yang kusambut dengan hisapan, dan secara bergantian pula kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Diapun menyambutnya dengan lumatan. Rabaan tanganku berpindah ke toketnya. Kuremas-remasnya toketnya yang mulai mengencang lagi pertanda napsunya bangkit lagi. Dia pun tidak mau kalah, diraihnya kon tolku yang kembali sudah berdiri tegak dan dikocok-kocok lembut. Ujung kon tolku sesekali menyenggol bagian depan pangkal pahanya. "Betul kan, kalo cewek jembutnya lebat pasti napsunya besar, kaya kamu ya Sin", katanya.

Kuarahkan kon tolku ke belahan bibir me meknya. Dengan menggunakan tanganku, kugesek- gesekkan ujung kon tolku ke belahan bibir me meknya. Kutempelkan ujung kon tolku ke ujung it ilnya dan kugesek-gesekkan naik turun. Kini me meknya kembali mengeluarkan cairan bening. Lalu aku mematikan shower sambil duduk di samping bathtub. Dia kudipangku dengan posisi memunggungiku. kon tolku yang sudah ngaceng keras kembali kumasukkan ke dalam me meknya dalam posisi seperti itu. Karena kondisi bathtub yang sempit mengharuskan posisinya merapatkan pahanya, maka
me meknya menjadi kian sempit saja. Awalnya agak sulit juga kon tolku masuk kedalam me meknya. Tetapi dengan sedikit bersusah payah akhirnya ujung kon tolku berhasil menyeruak ke dalam me meknya yang dibantu dia dengan sedikit menekan badannya kebawah, dan diangkatnya kembali pantatnya hingga lama kelamaan akhirnya berhasil juga kon tolku amblas semua ke dalam me meknya. Dengan posisi begini membuatnya harus aktif mengocok kon tolku seperti di kolam renang tadi dengan cara mengangkat
dan menurunkan kembali pantatnya, sehingga me meknya bisa meremas dan mengocok-ngocok kon tolku. kon tolku terasa sekali menggesek-gesek dinding bagian dalam me meknya. Saat dia duduk terlalu ke bawah, kon tolku terasa sekali menusuk keras me meknya, nikmat yang kurasakan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata lagi.

me meknya semakin lama semakin basah sehingga keberadaan kon tolku dalam me meknya sudah tidak sesesak tadi. Kini dia pun sudah tidak kuat lagi menahan napsuku. Dia tidak mampu lagi mengangkat dan menurunkan pantatnya seperti tadi, kini dia hanya bisa terduduk dalam posisi kon tolku masih tertancap di dalam me meknya. Digoyang-goyangkan saja pantatnya sambil duduk di pangkuanku.

Aku sedari tadi asyik meremas kedua toketnya. pentilnya kucubit dan kupilin-pilin sehingga menimbulkan sensasi tersendiri baginya. Aku tidak mampu bertahan lama merasakan goyangan yang dia lakukan. "Aduuh..! Sin, hebat banget empotan me mek kamu! Aku hampir ngecret nich!" seruku sambil tetap memilin pentilnya. "Kita keluarin sama-sama yuk!" sahutnya sambil mempercepat goyangannya. Aku sudah benar-benar tidak mampu bertahan lebih lama lagi hingga dia kudorong sedikit ke depan sambil aku berdiri, sehingga posisinya menungging membelakangiku, tetapi kon tolku
masih menancap di dalam me meknya. Aku berdiri sambil mengambil alih permainan, aku mengocok-ngocokkan kon tolku keluar masuk me meknya dalam posisi doggy style.

"Aa.. Aacch!" kini gilirannya yang menyeracau tidak karuan. Aku merasakan kedutan-kedutan di dalam me meknya, terasa sekali semburan hangat yang menerpa dinding me meknya, pejuku langsung muncrat keluar memenuhi me meknya. Bersamaan dengan itu, dia pun mengalami hal yang serupa, kurasakan kedutan me meknya berkali- kali saat dia nyampe. Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga me meknya kembali penuh dengan cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tidak tertampung seluruhnya. Cairan kami yang telah tercampur itu, meleleh keluar melalui
celah me meknya dan merembes keluar hingga membasahi perutnya karena posisinya masih setengah menungging saat itu. Kami pun melanjutkan mandi bersama-sama bagaikan sepasang pengantin baru.

Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami masing-masing dengan handuk, dengan bertelanjang bulat kami menuju ke ruang makan. Aku mengeluarkan buah2an dari lemari es dan berkata "Kamu makan buah2an ini dulu ya, nanti aku belikan makanan". "aku mau tidur saja, cape dienjot terus sama mas", katanya. "Tapi enakkan?" kataku lagi sambil mengenakan pakaiannya. "Enak banget mas, aku masih mau lagi lo mas", jawabnya sambil mulai mengupas buah. "So pasti, aku ajak kamu kesini kan untuk ngen tot sampe loyo. Aku pergi dulu ya", sambil mencium pipinya. "Hati2 ya mas, aku nungguin lo". Seperginya aku, dia berbaring sambil memakan buah2an. Dia makan beberapa potong sehingga akhirnya dia merasa kenyang dan
mengantuk lagi. Dia berbaring di sofa dan akhirnya tertidur. Diluar dah gelap, dah lewat magrib.

Ketika aku kembali membawa makanan, dia masih tertidur. Terangsang juga aku melihat dia terkapar terlelap dalam keadaan telanjang bulat seperti itu. Toketnya yang besar turun naik seirama tarikan napasnya. Perutnya yang rata dihiasi dengan puser yang seksi dan diselangkangannya bergerombol jembut yang lebat. ontol langsung bereaksi dengan sikap sempurna, alias ngaceng lagi. Tetapi perut dh minta diisi. Aku membangunkannya dengan mengelus2 toketnya. "Makan yuk". "Abis itu maen lagi ya mas". "Bole ja, asal kamu gak lemes". "Gak apa lemes mas, aku kan gak pernah ngerasain nikmat dien tot seperti sekarang ini. Mas sering2 ngen totin aku ya mas". "Itu
mah bisa diatur kok, kalo suami kamu pergi". Kami menyantap makanan yang aku beli sampe tandas. Sama2 laper karena enersi terkuras ketika bertempur tadi. Setelah selesai makan, dia membantu aku membereskan peralatan makan, melap meja makan, kemudian kekenyangan kami duduk lagi di sofa didepan tv. tv kunyalakan tapi gak ada acara yang menarik. Dia bersender ke aku. "Kamu tu seksi banget deh Sin, ngeliat kamu aku ngaceng terus tuh. Heran ja, kok suami kamu bisa ninggalin bidadari seksi yang merangsang kaya kamu itu". "Gak tau deh mas, jangan ngomongin dia deh, kan mas mo bikin aku terkapar lagi". Aku memeluknya dan mulai memerah toketnya.

aku terus saja meremas toketnya, malah sambil memlintir2 pentilnya, perlahan pentilnya mulai mengeras. "Sin, enak nggak diginiin?" sambil tanganku terus meremas-remas toketnya. "Mas, aah", napsunya makin meninggi. Sambil toketnya kuremas terus, aku menjilati seluruh tubuhnya, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kujilati pula toketnya, kusedot pentilnya sampai dia gemetar saking napsunya. Kakinya dan kedua pahanya yang mulus itu dibukanya supaya bisa kuelus2, dengan satu tangan masih
meremas toketnya. Setelah itu me meknya kujilatin dengan lidahku yang kasar. Bukan hanya bibir me meknya aja yang kujilatin, tapi lidahku juga masuk ke me meknya, dia jadi menggelinjang nggak terkontrol, wajahnya memerah sambil terdongak keatas.

Melihat napsunya sudah naik, aku melepas seluruh pakaian dan celananya. Dia diam aja. kon tolku yang besar sekali sudah ngaceng dengan keras. Dia hampir tak dapat memegangnya dengan kedua tangannya. "Dikocok Sin", pintaku, dia nurut saja dan mengocok kon tolku dengan gemas, makin lama makin besar dan panjang. "Sin diemut dong", kataku keenakan. Aku berdiri disamping sofa dan dia duduk sambil mengarahkan kon tol yang ada digenggamannya ke arah mulutnya. Dia mencoba memasukkan kedalam mulutnya dengan susah payah, karena besar sekali jadi dijilati dulu kepala kon tolku. Aku mendesah2 sambil mendongakkan kepala. Dia bertanya
"Kenapa mas". "Enak banget, terusin Sin, jangan berhenti", ujarku sambil merem melek kenikmatan. Dia meneruskan aksinya, menjilati kon tolku mulai dari kepala kon tolku sampai ke pangkal batang, terus ke biji pelirnya, semua di jilatin. Dia mencoba untuk memasukkan kedalam mulutnya lagi, udah bisa masuk, udah licin terkena ludahnya.

Aku memegangi kepalanya dengan satu tangan sambil memaju-mundurkan pantatku, mengen toti mulutnya. Sedang tanganku satunya lagi meremas toketnya sebelah kanan. gerakanku semakin lama semain cepat. aku menghentikan gerakannya. kon tol ku keluarkan dari mulutnya. aku menaiki tubuhnya dan mengarahkan kon tolku ke toketnya. "Sin, aku mau ngerasain kon tolku kejepit toket kamu yang montok ya". Dia paham apa yang aku mau, dan aku kemudian menjepit kon tolku di antara toketnya. "Ahh.. Enak Sin. Diemut enak, dijepit toket juga enak.", erangku menahan nikmat jepitan toketnya. Aku terus menggoyang kon tolku maju mundur merasakan kekenyalan toketnya. Sampai akhirnya "Aduh Sin, sebentar lagi aku mau ngecret, keluarin di mulut kamu ya". "Jangan mas, di me mekku saja", jawabnya. Dia tidak ingin merasakan peju dimulutnya, lebih baik dingecretkan di me meknya karena dia akan ngerasain nikmat yang luar biasa.

Akupun naik keatasnya sambil mengarahkan kon tolku ke me meknya. Aku mulai memasukkan kon tolku yang besar dan panjang itu ke me meknya, sampai dia merem melek keenakan ngerasain me meknya digesek kon tolku. Aku mulai menggerakkan kon tolku keluar dan masuk dime meknya yang sempit itu. Dia mulai merasakan nikmat yang tak terkatakan, luar biasa enak sekali rasanya. Secara naluri dia menggerakkan pantatnya kekanan dan kekiri, mengikuti gerakan kon tolku yg keluar masuk, wuihh tambah nikmat. terlihat diwajahku bahwa aku menikmati sekali gesekkan kon tolku di me meknya. Tubuhku bergoyang-goyang maju mundur, aku memperhatikan kon tolku sendiri yang sedang keluar masuk di me meknya. Selang beberapa saat, aku mengajak ganti posisi, dia pasrah aja. Dia kusuruh nungging dan aku menyodokkan kon tolku dari belakang ke me meknya. Nikmat sekali permainan ini. "Ennngghh..." desahnya tak keruan. Sambil menggoyang pantatnya maju mundur, aku memegangi pinggulnya dengan erat, terasa nikmat yang luar biasa. Tidak tahu berapa lama aku menggenjot me meknya dari belakang seperti itu, makin lama makin keras sehingga akhirnya dia
nyampe lagi "Mas, enjot yang keras, nikmat sekali rasanya", jeritnya. Aku mengenjot kon tolku lebih cepat lagi dan kemudian pejuku muncrat didalam me meknya berulang-ulang, banyak sekali. 'crottt, croooth.., crooootttthh...' Dia merasa me meknya agak membengkak akibat disodok oleh kon tolku yang besar itu. "Sin, me mek kamu luar biasa deh cengkeramannya, nikmat banget. Kerasa sekali gesekannya dikon tolku",
kataku sambil terengah2.

Setelah istirahat beberapa saat, aku bertanya padanya "Gimana Sin?". "Enak sekali mas, rasanya nikmat sekali, me mekku sampe sesek kemasukan kon tol mas, abis gede banget sih", jawabnya. Aku mencabut kon tolku yang sudah lemes dari me meknya.

kon tolku berlumuran pejunya dan cairan me meknya. Mungkin saking banyaknya aku ngecretin peju dime meknya."Cape ya Sin". "Iya mas, malem ini aku nginep disini ya mas, boleh kan". "Boleh banget, kita bisa ngen tot all nite long kan". "Wah mau dong".

 
coompax-digital magazine