Thursday, October 21, 2010

Metamorfoblus Film Dokumenter Slank

 Film Dokumenter SlankMetamorfoblus Film Dokumenter Slank - Film karya sutradara Dosy Omar itu melibatkan Slankers dari seluruh Indonesia.

Awalnya Slank sebenarnya bukan ingin membuat film dokumenter. Band yang bermarkas di Gang Potlot itu hanya ingin membuat video tentang perjalanan mereka.

Tapi kemudian dalam pembuatan video tersebut, Dosy justru banyak merekam kegiatan Slankers. Akhirnya cuplikan-cuplikan video itu digabungkan dengan kisah para personel Slank dan dibuat menjadi film dokumenter.

Dalam membuat 'Metamorfoblus', Dosy mengambil tiga tema yaitu kekerasan, narkoba dan perdamaian. Di film itu dikisahkan bagaimana Slankers dan Slank bergelut di tiga tema tersebut.

"Ini dokumenter yang menyentuh banget sisi manusiawinya. Manggung dua jam tapi ternyata banyak orang yang melakukan kegiatan lain," ujar drummer Slank Bim Bim saat ditemui usai menonton 'Metamorfoblus' di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2010).

Dalam membuat film dokumenter tentang Slank, Dosy membutuhkan waktu tiga tahun. Ia juga sampai menghabiskan 200 kaset.

Para personel Slank pun memuji karya Dosy tersebut. Ivan sang bassis misalnya, lewat Metamorfoblus ia bisa melihat sisi lain Slankers yang selama ini tidak pernah diketahuinya.

Sedangkan Kaka, malah semakin menaruh hormat pada para Slankers setelah menonton film dokumenter tersebut. "Sangat bangga, insya Allah bisa bilang ke orangtuanya Slankers itu ekspresinya aja yang kasar, itu adalah pelampiasan mereka setelah mengalami perjalanan berat," urai vokalis Slank itu.

Film Dokumenter Slank Diputar di Bioskop Alternatif


Ingin menonton film dokumenter Slank, 'Metamorfoblus'? Jangan datang ke bioskop-bioskop yang ada di mall. Film tentang Slank dan Slankers itu hanya akan diputar di bioskop alternatif.

"Saya ingin sekali sampai ke penonton jadi lewat jalan alternatif. Kalau masuk sinema harus ngeluarin biaya tanpa tahu hasilnya," ujar Produser 'Metamorfoblus' Ursula Tumiwa saat ditemui di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2010).

Ursula ingin membawa film Slank ke 65 kota di Indonesia. Namun untuk sekarang ini, ia dan timnya akan mencoba dulu di 10 kota seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Malang dan Probolinggo.

Untuk di Jakarta, 'Metamorfoblus' diputar di Auditorium Gelora Ragunan. Berminat datang? Jangan lupa siapkan Rp 15 ribu untuk membayar tiket masuk.

Para personel Slank berharap film dokumenter itu bisa mengobati kerinduan para Slankers pada Slank. Sekadar informasi, sampai saat ini Slank masih sulit untuk mendapat izin manggung.

"Kita sering susah konser, jadi kita puterin film ini ke kota-kota mereka. Jadi kan nggak ada Slanknya, masa nggak diizinin," ujar sang drummer, Bim Bim.

No comments:

Post a Comment

 
coompax-digital magazine